Translate

Rabu, 12 September 2012

BUDIDAYA PEPAYA


SYARAT PERTUMBUHAN

Sebenarnya pepaya dapat tumbuh di semua kondisi alam, asal bisa merekayasa kondisi alam yang sesuai dengan persyaratan teknsnya. Karena secara teknis pepaya dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi 700 - 1000 mdpl, curah hujan 1000 - 2000 mm/tahun, suhu udara optimum 22 - 26 derajat C dan kelembaban udara sekitar 40% dan angin yang tidak terlalu kencang sangat baik untuk penyerbukan. Tanah subur, gembur, mengandung humus dan harus banyak menahan air, pH tanah yang ideal adalah netral dengan pH 6 -7. Saya mencoba menanam pepaya yang kondisi alamnya kering, tanah berpasir dengan kemiringan hampir 45 derajat. Kemiringan sedemikian menguntungkan ketika musim hujan, karena air hujan tidak akan pernah menggenang. Tanaman pepaya tidak boleh terendam air, karena dapat mengakibatkan busuk akar. Demikian pula sebaliknya kalau terlalu kering, daun-daunnya akan rontok dan bunganya berguguran. Dari uji coba saya antara pepaya thailand dan california memiliki pangsa pasar tersendiri, secara ekonois sama-sama menguntungkan. Karena sementara saya belum fokus berkebun, karena masih aktip di PNS maka hasilnya belum maksimal. Seharusnya sudah dapat diprediksi segmen pasar yang masih ada peluang, dengan kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan, sehingga dapat dipenuhi tanpa terputus di tengah jalan.


PEMBIBITAN
1. Persyaratan Bibit/Benih
• Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di bagi 3 bagian, biji bagian ujung dibuang, yang diambil adalah biji bagian tengahnya. Biji yang muda dan mengambang di air juga dibuang, baru kemudian biji yang dipilih dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh (diangin-anginkan).
• Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.
2. Penyiapan Benih
Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Karena kami menanam pepaya sebagai tanaman tumpangsari, maka ruang terbuka yang masih bisa ditanami pepaya sekitar 200 pohon saja. Benih direndam dalam air selama 24 jam, lalu ditiriskan dan kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan dan ditambah pupuk cair superbionik/EM4.

3. Teknik Penyemaian Benih
• Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam.
• Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.
4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5 - 10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam.
5. Pemindahan Bibit
Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2 - 3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
1. Persiapan
Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.
2. Pembentukan Bedengan
• Bentuk bedengan berukuran lebar 200 - 250 cm, tinggi 20 - 30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.
• Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.
2. Pengapuran
Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.
3. Pemupukan
Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang atau dengan SUPERNASA.

TEKNIK PENANAMAN
1. Pembuatan Lubang Tanam
• Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. - - Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2 - 3 blek. Jika pupuk kandang tidak tersedia dapat dipakai SUPERNASA dengan cara disiramkan kelubang tanam dosis 1 sendok makan/10 lt air sebelum tanam. Lubang - lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman.
• Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang - lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.
2. Cara Penanaman
Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.
2. Penyiangan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
3. Pembubunan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
4. Pemupukan
Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah.
Cara pemberian pupuk:
• Untuk uji coba kami menggunakan pupuk organik dan kotoran sapi dan sedikit NPK dicampur dan ditanam melingkar.
• Satu bulan kemudian lakukan pemupukan yang kedua.
• Saat umur tanaman 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga.
• Umur 6 bulan dan seterusnya 2 bulan sekali diberi pupuk sesuai anjuran.
• Siramkan SUPERNASA ke lubang tanam dengan dosis 1 sendok makan/10 liter air setiap 1-2 bulan sekali
• Lakukan penyemprotan sesuai anjuran.
4. Pengairan dan Penyiraman
Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disiram

5. HAMA DAN PENYAKIT
Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, rebah semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dan nematoda. Penyakit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytophthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase serta sebarkan Natural GLIO ke lubang tanam, sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati.
Pengendalian : Siramkan PESTONA ke lubang tanam


PANEN DAN PASCA PANEN
1. Ciri dan Umur Panen Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning.
2. Cara Panen
Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan dengan menggunakan "songgo"  berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik. Asal ujung songgo ujungnya tidak boleh tajam, karena dapat melukai kulit pepaya. Yang paling aman dapat  menggunakan tangga.
2. Periode Panen
• Panen dilakukan secara selektip dengan melihat kondisi buah yang sudah siap panen.
Untuk menjaga kualitas buah pepaya sampai pada konsumen, teknik pengangkutanya juga perlu mendapat perhatian, terutama menjaga kondisi buah agar tetap segar dan mulus kulitnya, tidak digencet dan luka, karena dapat menurunkan kualitas buah.  Jenis pepaya yang banyak peminatnya di pasaran pada umumnya adalah jenis pepaya thailand, dan california. Karena tahan lama dan manis rasanya.